Di usia sekarang yang sudah 19 tahun banyak sekali rintangan dalam menjalani hidup terutama masalah pekerjaan dan mencari jodoh, memang kita tidak dapat menafikan akan adanya seseorang dalam hidup kita yang sangat penting dan berarti, tapi itu semua pasti ada kalanya ada masanya juga namun dibenak hati cuma ingin ada kalanya juga tidak ingin ada masanya sebab kalau ada kalanya kita bisa bertemu dengan banyak orang baik dan insyaAllah semua itu tetap terjalin sampai kapan pun, tapi kalau ada pada masanya semua itu akan berakhir begitu saja, berakhir dengan sebab dan tanpa sebab tanpa kita minta mereka akan meninggalkan kita satu persatu sedikit demi sedikit.
Kalangan ramai membuatku pusing akan keadaan banyaknya orang orang, oleh karena itu sekarang pikiran ini suka sekali menyendiri dan selalu mengheningkan keadaan. Karena apa ? Karena banyaknya keramaian orang dapat menghancurkan kita, tapi dalam tanda kutip. Kalau mendatangkan ketidak bermanfaatan lebih baik hanya berjalan diam melewati mereka, tapi kalau mendatangkan banyak manfaat lebih baik duduk dan ikut dalam kalangan tersebut yakni dengan contoh ( kajian, diskusi, ngaji, serta kumpul kumpul dalam membicarakan masa depan ). Memang hati dan pikiran ini masih lemah namun kita tidak boleh kalah dengan yang lain apalagi dalam menuntut ilmu, boleh dikatakan diri ini tidak melanjutkan sekolah atau kuliah dan semacamnya, tapi sempatkan mampir ke tempat tempat yang bermanfaat serta menghasilkan ilmu dan kemajuan mindset. Banyak orang berilmu namun ilmu itu hanya untuk dirinya sendiri lantas untuk apa mereka belajar jauh jauh dan belajar dengan kiat dan giat kalau hanya untuk dirinya sendiri tidak untuk dikembangkan pada orang lain dan dikembangkan untuk nusa dan bangsa. Dulu otak ini selalu berpikir kritis atas keadaan hidup, keadaan sekitar, keadaan diri dan keadaan diluar sana, namun kenapa semenjak sudah jauh dari kampung dan bekerja pikiran ini hanya gitu gitu aja, makaudnya bodoamat tentang keadaan. Apakah otak ini sudah terpedaya dan terkontaminasi dengan yang namanya kebebasan dari keluarga dan kesibukan dalam bekerja ? Entahlah kenapa menjadi seperti ini. Rantai kehidupan masih tetap keras dan kuat ia masih bersih keras akan semua hal yang terus terusan menghantamnya, seperti hati ini yang kokoh dalam menjalankan pahit manisnya kehidupan. Mereka mengalami apa yang mereka lakukan tapi diri ini mengalami apa yang orang lain belum melakukannya. Lihatlah malam lalu kau artikan malam itu tempat yang nyaman untuk beristirahat, tapi kalian pernah terpikir bahwa malamku dijadikan tempat pertempuran antaran keringat dan emosi berlangsung yakni dengan pekerjaan yang sesuai dengan jadwal, hati dan pikiran ini sedang mencari seseorang mengerti atas semua ini. Namun apa ? Tidak... Tidak ada seseorang yang mengerti tentang semua ini mereka hanya mengerti tentang uang perbulan yang kami dapatkan dengan perkiraan mereka yang mengira besar jumlah nominalnya tanpa mereka pikirkan keseharian untuk memulai bekerja itu seperti apa ? Inilah yang namanya hidup harus seperti rantai besi yang selalu kuat ketika digempur dengan apa pun, believe in yourself dan selalu sabar atas semuanya InsyaAllah akan manis dan indah pada waktunya bukan pada masanya. Sampai sini paham ?
Langganan:
Postingan (Atom)
Berpergian Hendaknya Berdo'a
Buat penuh kewaspadaan untuk semua orang yang mau keluar atau berpergian sebaiknya kita harus senantiasa berdo'a supaya selamat dan sa...
-
Sebab do'a di ijabah oleh Allah mempengaruhi 3 faktor : 1. Bacaan => Do'a yang ada didalam Al - Qur'an seperti, Robbanaa ha...
-
Mayoritas orang kehilangan jati dirinya hanya karena ingin seperti orang lain atau seperti orang yang ia fans yakni artis artis dan selebg...
