Jumat, 11 Juni 2021

Wejangan

 



Banyak sekali diantara kita yang suka diberi wejangan sama orang tua kita berupa pepatah atau nasehat terutama tentang kehidupan dunia dan membaca Al - Qur'an serta mempelajarinya, seorang anak akan bersyukur sekali apabila dalam kesehariannya ia diberikan wejangan oleh orang tuanya, Alhamdulillah tak luput dari kecil al fakir selalu diberikan wejangan oleh Ibu, Ayah, Nenek dan Alm. Kakek dan kalau sedang diberikan wejangan rasanya tenang adem dan sejuk saja ketika mendengarkan mereka berbicara tentang keagamaan. Semoga mereka mendapatkan nilai pahala kebaikan dari Allah SWT. Dan dimasa sudah besar al fakir merantau jauh dari kampung sehingga tidak sering lagi mendengarkan nasehat nasehat mereka walau hanya dalam telpon seluler saja.


Dalam mengkaji beberapa Ilmu, 2 hadist yang sangat menancap pada benak pikiran dan hati yang diantaranya yaitu tentang keadaan seorang mukmin didunia itu seperti penjara baginya dan keadaan seorang kafir seperti syurga baginya. Rosulullah SAW bersabda “Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafir (dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang orang kafir. Biarpun kita capek capek di dunia hanya untuk kembali kepada sang pencipta dalam keadaan bersih mangkanya kita melewati pembersihan tersebut dengan beberapa amalan amalan yang kita bisa lakukan seperti membaca Al - Qur'an serta menjalankan kewajiban kita yakni sholat 5 waktu, dan disini pasti ada titik berat nya dalam menjalankan amalan amalan tentunya amalan sunah suka tidak selalu continue dalam menjalankannya, tapi setidaknya kita selalu berusaha untuk melakukan hal yang terbaik didunia ini sebagai bekal nanti kita pulang yang sangat dirindukan oleh semua mukmin yakni kembali ke kampung halamannya di syurga, di dunia merasa dipenjara karena harus memenuhi kewajiban kita terutama kalau yang sudah bekerja akan terbengkalai pada amalan amalan nya karena alasan capek dan malas. Jadi, lebih baik tahan semua itu untuk merasakan indahnya dan nikmatnya pulang kekampung halaman dengan tenang, sedangkan orang kafir menganggap dunia ini sebagai syurganya karena ia cuma mengetahui kehidupan dunia saja apa yang ia punya itu adalah miliknya dan beranggapan kekal selamanya di dunia ini sehingga mereka enggan untuk meninggalkannya. Adapun sebagian dari pada kita yang seperti itu cinta terhadap dunia padahal dunia itu hanyalah jembatan kita atau perantara kita untuk memperbanyak amal untuk bekal nanti kembali ke kampung halaman kita yang sesungguhnya, adapun penyakit yang menerjang manusia yaitu penyakit Wahn, Penyakit wahn adalah penyakit hubbud dunya wa karohiyatul maut (cinta dunia dan takut mati). Cinta sekali terhadap dunia ini sampai takut mati karena tidak ingin meninggalkan kenikmatan yang sesaat ini Allahummagfirlana.

Wallahu'alam bish shawab

Selasa, 08 Juni 2021




 Rasulullah SAW bersabda :

 Apabila engkau telah mengambil tempatmu untuk berbaring dimalam hari maka bacalag surah Al - Kafirun, kemudian tidurlah sampai akhir surah secara sempurna, karena sesungguhnya Allah SWT akan membebaskan orang tersebut dari kesyirikan. ( Derajat hadist, shohih sanad hadist syaidina Jabalah bin Harsah Hadist Riwayat Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Hakim dan Imam Baihaqi )


#Penjelasan Hadist

1. Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya sebelum tidur untuk membaca surah Al - Kafirun.

2. Membaca surah Al - kafirun sebelum tidur merupakan sunah Nabi SAW dan orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala sunah.

3. Barangsiapa oranga yang membaca surah Al - kafirun sebelum tidur maka akan terbebas dari kesyirikan atau kemusyrikan.

4. Barangsiapa orang yang membaca surah Al - kafirun sebelum tidurnya, ketika mengalami kematian dalam tidurnya maka matinya membawa Iman

5. Seluruh dosa diampuni oleh Allah baik dosa setinggi langit atau dosa seluas bumi kecuali dosa syirik/musyrik. ( Dalilnya Q.S An-Nisa ayat 48 )

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا

innalloha laa yaghfiru ay yusyroka bihii wa yaghfiru maa duuna zaalika limay yasyaaa, wa may yusyrik billaahi fa qodiftarooo isman 'azhiimaa


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 48)

6. Orang orang yang berbuat kesyirikan/kemusyrikan kehidupan dan kematiannya akan mengalami kehinaan dan kerugiannya yang sangat besar.

7. #Musyrik menurut sifatnya

  1. Musyrik Khofi, yaitu perbuatan syirik yang samar dan tidak terasa.

  2. Musyrik Jalli, yaitu syirik yang nyata dan terang-terangan.

  #Musyrik menurut Dzatnya

  1. Musyrik Akbar, yaitu Musyrik Besar ( Bangga dengan dosa )

  2. Musyrik Usghor, yaitu Musyrik Kecil ( Menganggap remeh dosa ).

Wallahu'alam bish shawab

Sumber dari Kitab Jamiushogir

Disampaikan Oleh KH.Tb Abdurrahman Anwar Al-Bantany

Berpergian Hendaknya Berdo'a

  Buat penuh kewaspadaan untuk semua orang yang mau keluar atau berpergian sebaiknya kita harus senantiasa berdo'a supaya selamat dan sa...