Kamis, 26 Agustus 2021

Pertanyaan Dan Jawaban



 Ketika ada pertanyaan dari siapa pun, entah itu dari seorang guru, saudara, teman, kerabat dan atau orangtua tentunya harus diberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pertanyaan dan jawaban mana kah yang mempunyai nilai ? Yes you are right pasti jawaban donk, lantas apa yang membuat jawaban itu bervalue ? Ya karena dari kualitas kita menanggapi pertanyaan serta menyertakan pernyaataan dari hasil yang kita peroleh untuk menjawab sebuah pertanyaan, begitupun dengan ujian yang Allah berikan kepada hambanya, yang bernilai itu adalah cara kita untuk menanggapi ujian tersebut yang merupakan bentuk pendewasaan karakter dan untuk menjadikan kita lebih kuat lagi, tidak perlu menanyakan balik apabila diberi ujian, kenapa saya begini ? Kenapa saya begitu ? Kenapa harus saya ? Kenapa kenapa dan kenapa. Kalau kita masih seperti itu tentunya kita belum bisa menjawabnya karena dengan kata lain kita sendiri masih bertanya kenapa bukan menjawab, yang Allah lihat dari seorang hamba itu adalah jawaban atas ujian tersebut apakah jawabannya sesuai dengan kadarisasinya ataukah dengan cara tidak sesuai. Umar bin Khattab pernah berkata " Mahkota seseorang adalah akalnya, derajat seseorang adalah agamanya, dan sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya."


Sesuatu yang bernilai tak begitu mudah oleh karena itu kita harus biasakan menjawab semua jawaban itu dengan baik dan tidak menyinggung atas pertanyaan orang lain terhadap diri kita, dan kebaikan akan menghasilkan nilai positif dikalangan orang tentunya itu sangat diharuskan bagi setiap orang, ya kalau tidak biasa setidaknya jangan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.


Ada seekor monyet, ia diberikan pilihan antara pisan dan uang 1 M. Kira-kira monyet tersebut pilih yang mana ? Ya jelas pilih pisang karena yang ia tahu itu makanan pisan makanan yang enak tapi coba kalau milih uang 1 M ia pasti bisa membeli banyak pisang, nah dan disini kita bisa menganalisis begitu pentingnya akal pada diri kita, kalau manusia pasti memilih uang karena manusia memiliki akal dan wajar-wajar saja monyet pilih pisang karena ia tidak mempunyai akal. Disinilah peran penting kita sebagai manusia yang ditakdirkan untuk menjadi khilafah dimuka bumi ini, oleh sebab itu kita harus bervalue dalam bidang kita masing-masing.

Sabtu, 07 Agustus 2021

Malam dan Aku

 



Malam yang begitu gelap 

takkan pernah semestinya gelap

Ia ditemani dengan banyak teman

Dan disinari oleh sahabat 

yang selalu menemaninya disetiap malam


Akankah malam selalu gelap ?

Entahlah, mungkin tidak

Karena ia selalu dikelilingi teman temannya

dan ia selalu di sinari sahabatnya

Yaitu Bintang dan Bulan

Bintang sebagai temannya 

dan bulan sebagai sahabatnya


Akankah diriku seperti malam ?

yang selalu ditemani oleh teman dan sahabat

Serayanya tidak tahu, 

Karena diriku selalu merasa kesepian

dan selalu merasa sendirian 

Berjuang pun sudah terbiasa sendirian 

dari kecil sampai sekarang

Dikala sedih juga tak ada obat untuk dicurahkan

serta tak ada pendengar yang baik,

Karena pada dasarnya diriku selalu sendiri

Bisakah aku seperti malam ?

Rabu, 04 Agustus 2021

Di Ijabahnya Do'a

 



Sebab do'a di ijabah oleh Allah mempengaruhi 3 faktor :

1. Bacaan => Do'a yang ada didalam Al - Qur'an seperti, Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yuniw waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa, Robbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir, Robbisrohli Sodri wayassirli amri wahlul 'uqdatanmillisani yafqohu qouli, Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamna lanakuunanna minal khosirin, dan lain sebagainya.

2. Waktu => Sepertiga malam, malam jum'at, setelah ashar hari jum'at. Seperti contoh Hasan Basri malam jum'at/hari jum'at beliau tidak tidur karena menunggu waktunya kapan di ijabah do'a tersebut dan jam jam tertentu yang tidak diketahui oleh manusia, dan karena itu beliau tidak tidur seharian takut kelewat waktu do'a yang di ijabahnya.

3. Tempat => Makbaro para aulia, makbaro para wali, masjid, mihrab Sayyidah Maryam, Ka'bah


Wallahu'alam bish shawab

Disampaikan Oleh KH.Tb Abdurrahman Anwar Al-Bantany



Senin, 02 Agustus 2021

Gagal

 



Mayoritas orang kehilangan jati dirinya hanya karena ingin seperti orang lain atau seperti orang yang ia fans yakni artis artis dan selebgram lainnya sehingga mereka akan meniru fasion yang ada padanya, sungguh hal ini sangat memaksakan dan sangat tidak penting menurut sang penulis karena gak ada artinya sama sekali kalau sesuatu yang memaksakan, kalian bisa bahagia dengan versi kalian masing masing yang kalian jalankan sekarang tanpa harus memaksakan dan meninggikan ego supaya terlihat trend dan goodlooking, apalagi kalau perihal sifaf yang meniru orang lain itu sangat tidak enak, memaksakan harus seperti si A si B biar bisa dihargai dan biar bisa ini itu, tidak itu salah besar karena yang seperti itu hanyalah badut yang bertopengkan wajah lain bukan dirinya sendiri. Ketika seseorang terlihat gagal itu bukan karena ia tidak berbakat, tidak bertalenta, tidak berprestasi dan tidak memiliki kelebihan. Semua orang punya porsinya masing masing dalam bidangnya tak seharusnya kita samakan bulan dan matahari karena mereka akan bersinar pada waktunya sendiri begitupun kita, ada pencapaian tertentu dalam benak hati seseorang, namun diraihnya dengan cara yang berbeda beda menurut kesanggupan orang tersebut. Orang yang gagal itu ialah orang yang tidak bisa memaksimalkan waktu dan menggunakan waktu dengan baik, perihal waktu didunia ini sangatlah singkat seperti perumpamaan seorang musafir yang sedang bepergian ke suatu tempat dan ia nge rest atau berhenti sejenak guna untuk istirahat makan dan minum saja kemudian kalau semuanya sudah ia lakukan dari mulai makan, minum, buang hajat serta istirahat kemudian musafir itu kembali melanjutkan perjalanannya, nah seperti itulah gambaran dunia. Kalau pun kita didunia gagal menjadi orang kaya, orang terhormat, orang terpandang serta orang yang berpangkat janganlah sedih, karena semua itu hanya sedikit hanya secuil nilainya gak ada apa apanya, di ibaratkan seseorang yang ada ditengah laut lalu dia mencelupkan jarinya pada air dan kemudian ia angkat jarinya dan yang kelihatan cuma tetesan tetesan air pada jarinya dan itu pun sedikit, nah dari sini kita melihat dan mentela'ah bahwa dunia itu tak lebih dari tetesan air yang sedikit, kalau kita mendapatkannya jangan terlalu senang dan kalau pun kita tidak mendapatkannya jangan terlalu sedih.


Orang yang gagal bisa berhasil juga kalau ia mempunyai mindset pantang menyerah dan selalu ingin mencoba, karena seringkali kita dengar kalimat seperti ini "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda" mungking para pembaca sudah hafal dan gak asing lagi dengan kalimat tersebut. Bayangin pas lagi bulan puasa dan kita semua selaku umat Islam antara muslimin dan muslimah pasti menjalankan ibadah tersebut yakni puasa. Nah, hal yang paling ditunggu pasti adzan maghrib dan disetiap daerah pasti berbeda-beda waktunya ada yang beda perjamnya ada yang beda permenitnya kemudian kita bisa makan dan minum yang intinya kita mendapatkan kesenangan dalam puasa ketika berbuka, perumpamaannya sama dengan perjalanan hidup seseorang dan semua orang juga pasti mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan namun di setiap orang pasti berbeda dalam mendapatkannya ada yang cepat dan ada yang lumayan lambat, oleh karena itu kita butuh yang dinamakan ikhtiar dan do'a, sebagai manusia kita selalu berikhtiar dan tentunya harus dibarengi dengan do'a dan jangan lupa minta do'a nya kepada orang tua kita, karena suport sistem yang paling baik itu adalah do'a orang tua.

Berpergian Hendaknya Berdo'a

  Buat penuh kewaspadaan untuk semua orang yang mau keluar atau berpergian sebaiknya kita harus senantiasa berdo'a supaya selamat dan sa...