Senin, 19 Oktober 2020

Human LOL !

 

Gambar diambil dari twitter


Sebenarnya benih benih damai itu ada pada diri sendiri, namun itu berubah menjadi suatu ketidak relevanan bagi mereka yang menganggap dirimu sebagai musuh. Entahlah, apa yang ada di isi kepalanya itu sehingga terus terusan dan bersih keras untuk mendapatkan hal yang di inginkan, tapi itu semua sia sia karena dengan cara berdusta dan menebarkan fitnah yang tidak tidak. Teringat sebuah hadits " Jika ada orang yang mencacimu dengan aib yang ia ketahui padamu. Janganlah kamu balas dengan aib yang kamu ketahui padanya, karena pahala untukmu dan dosa untuk dia. ( HR. Ahmad ). 


Jika itu mengenai aib, sangat sangatlah tidak pantas seseorang menceritakannya apalagi dengan aib yang dibuat buat oleh pendusta itu selalu membuat opini tentang orang lain seolah olah itu benar keadaannya terjadi. Bayangkan menuduh orang dengan sebuah aib yang tidak pernah ia lakukan sama sekali itu sangat tidak layak untuk manusia yang masih punya otak dan hati mungkin kalau ada yang seperti itu ya pasti orang gila. Gila dalam arti peristiwa ini banyak, ada gila karena harta, ada gila karena tahta dan ada gila karena cinta. LOL banget kan ? Udah enak jadi orang waras eh mau jadi orang gila. THIS IS LOL.


Jadi, damailah dengan siapa pun jangan sampai merusak dan jangan sampai menganggap MUSUH ! Dalam hati ada ke heranan sih, kenapa ya orang hening hening aja, gak pernah berbuat jahat, gak pernah ngerusak kehidupan, gak pernah menyakiti eh ko malah dimusuhin. LOL !


Kamis, 08 Oktober 2020

Diantara Orang Baik Dan Orang Dzolim

 



Terlintas dipikiran orang baik itu seperti apa sih ? Tentu saja banyak definisi tersendiri mengenai hal tersebut bahwa orang baik itu santun, ramah, menghargai, rendah hati, selalu membantu dan bermanfaat bagi orang lain, dan seterusnya masih banyak lagi.


Memang pada dasarnya semua orang itu baik namun ada suatu problem yang membuat mereka jadi jahat/ dzolim contohnya rezim yang gila uang akan senantiasa memanipulasi kehendaknya supaya mereka dapat keuntungan lebih, ada yang gila kekuasaan sehingga dengan berbagai cara apapun mereka bisa tetap dalam jabatannya atau bisa dikatakan 2 periode ups keceplosan. Intinya semua orang itu awalnya baik, tapi lantaran mereka tidak mempunyai keimanan yang cukup atau lemah iman mereka akan berpaling dari koridor semestinya sehingga mereka menafikan kebenaran yang telah nyata didepan mata seolah olah ini dan itu hak mereka padahal banyak sekali dari kadarisasi yang bukan hak hak mereka yang mereka ambil begitu saja dengan keputusan sepihak.


Ada teman yang bertanya kepada saya, " Kita ini hidup di negara apa sih ? Nah anak bangsanya sendiri juga heran, lantas apa yang membuat dia heran ? Ya pasti akibat ketidak nyamanan kebijakan, kita sebagai orang yang tidak mempunyai jabatan tahta dan martabat cuma bisa menengadahkan dan memanjatkan doa supaya negara kita ini baik baik saja.


Rosulullah SAW bilang, bahwa muslim itu seperti lebah. Lebah itu makan makanan yang baik, pergi ke tempat yang baik dan menghasilkan sesuatu yang baik bermanfaat dan bisa menyembuhkan. Tapi, kalau diganggu dan kalau ada yang macam macam dia akan menyengat dengan sengatan yang mematikan. Jadilah seorang muslim yang baik dan selalu membela agama, NKRI serta keluarga sendiri dan apabila ada yang mengganggu diantaranya kita harus bertindak layaknya seorang muslim, apabila agama kita di intimidasi dan NKRI sedang tidak baik baik saja kita harus menyulurkan suara kita untuk mengatasi ketidak adilan menyampaikan pendapat secara detail, komprehensif dan pemaparan yang baik.


Allah SWT memberikan kita akal dengan akal ini kita diperintahkan untuk mencari siapa tuhan sebenarnya yang berhak disembah, di taati dan di ikuti semua aturan aturannya dengan begitu kita akan tau mana yang benar mana yang salah, mana yang baik mana yang buruk. Karena standar yang Allah SWT itu tentukan itu mutlak gak bisa diganggu gugat pasti benar pasti baik dan gak mungkin salah, tapi kalau standarnya dibuat oleh manusia itu relatif, bisa benar menurutku dan salah menurutmu begitupun sebaliknya. Sekarang coba bayangi kalau manusia sok pintar dan menetukan hukum sendiri menentuka mana yang baik mana yang buruk, menentukan mana yang salah mana yang benar, pasti negri itu akan kacau dan rakyatnya akan terdzolimi dan teraniaya karena hukumnya itu hasil relatif bisa menguntungkan bagi siapa saja yang kuat dan meluluhlantahkan siapa yang lemah, hukumnya akan runcing kebawah dan tumpul keatas sama seperti negeri ini, ups keceplosan lagi.


Orang yang menolak hidayah, menentang hukum hukum Allah tenggelam dalam maksiat serta dosa dan berbuat dzolim, maka Allah gambarkan mereka diakhirat mereka akan berjalan dengan wajah dan badannya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖۤ اَهْدٰۤى اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

a fa may yamsyii mukibban 'alaa waj-hihiii ahdaaa am may yamsyii sawiyyan 'alaa shiroothim mustaqiim


"Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?"

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 22)


Semua orang yang dzolim termasuk penguasa yang tidak mau menerapkan hukum hukum Allah, yang tidak mau adil pada rakyatnya maka mereka akan berjalan dengan wajahnya, mereka akan menghancurkan wajah mereka sendiri. Semakin berkuasa dia semakin besar amanah yang dia tanggung maka semakin besar badan yang mereka tanggung dan semakin berat badannya maka wajahnya akan semakin hancur hancur sehancur hancurnya yeeeaaah, ups. Kenapa bisa begitu ? 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَ كُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصَا رَ وَ الْاَ فْــئِدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

qul huwallaziii angsya`akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abshooro wal-af`idah, qoliilam maa tasykuruun


"Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 23)


* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com


Lantas bagaimana lagi keadaan mereka nanti diakhirat ? Mereka akan disiksa dineraka selama lamanya, Kholidina fiha abada, 100 tahun ? Bukan, selama lamanya, 200 tahun ? Bukan, selama lamanya, 1000 tahun ? Bukan, selama lamanya, 1 juta tahun ? Bukan, selama lamanya. Mangkanya yuk sebelum mereka modar kita doa kan sama sama semoga mereka bertaubat, mau berprilaku adil dan mau menerapkan syariat, Aamiin.

Berpergian Hendaknya Berdo'a

  Buat penuh kewaspadaan untuk semua orang yang mau keluar atau berpergian sebaiknya kita harus senantiasa berdo'a supaya selamat dan sa...