Pernahkah kita semua terpikir bahwa nikmat yang Allah berikan itu luas banget, mulai dari nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat badan, nikmat ukhuwah, nikmat hidayah dan nikmat maghfiroh. Adapun nikmat yang dicabut dikarenakan diri kita nya sendiri yang tidak mensyukuri akan hal tersebut oleh karena itu maka semua yang kita jalani terasa hampa dan bosen, kalau bahasa anak muda sekarang mah gabut,boring dll. Padahal itu semua karena kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan menjadikannya terbuang sia sia dengan hal yang boleh dikatakan kurang berguna dengan cuma melamun dan berkhayal, itu pun sering kali yang dirasakan penulis astagfirullah sama saja ya kita, ya namanya juga manusia. Terus apa lagi nikmat yang dicabut oleh Allah ? Contoh dari segi makanan, seseorang melaksanakan puasa dan kebetulan ia pas waktunya saur malah tidak dan akhirnya ia tidak saur sama sekali, coba bayangkan pas aktivitasnya begitu lelah begitu letih begitu haus dan lapar, dan Alhamdulillah kholis/khatam sampai waktu maghrib berkumandang adzan Allahu akbar Allahu akbar, dan orang tersebut langsung makan dengan lahap, baso mangkok pertama begitu ia niimati, lalu ia ditawarkan baso mangkok kedua rasanya masih sama cuma beda dikit karena sudah terisikannya perut, kemudian ia ditawarkan baso mangkok ketiga rasanya biasa biasa saja, dan ia ditawarkan lagi baso mangkok ke empat lalu ia terasa ennek/mual, dan setelah itu ia ditawarkan lagi baso mangkok ke lima lalu ia berpikir apakah saya wajib untuk memakan dan menghabiskan makanan ini, lalu ia ditawarkan lagi baso mangkok ke enam dan dia mulai merasa marah karena sudah tidak ada lagi tampungan buat makanan tersebut diperutnya boleh dikatakan udah kenyang. Nah dari peristiwa ini perihal makanan dari mulai mangkok pertama, kedua, ketiga, ke empat, ke lima dan ke enam memiliki rasa yang beda tentulah rasa yang paling enak adalah baso mangkok pertama karena diwaktu itu ia belum terisikan perutnya atau boleh disebut belum makan, nah dari sini juga kita tahu dan belajar bahwa nikmat makan juga bisa dicabut dari kita kalau kita berlebihan memakai dan mengekpetasikan serta salah dalam menggunakannya.
Ikhtiar bersyukur menurut Ibnu Qoyyim :
1. Selalu mengucap Alhamdulillah
2. Meyakini bahwa sumber kebahagiaan hanyalah Allah Subhanahu Wata'ala
3. Memanfaatkan apapun fasilitas yang Allah kasih untuk mendapatkan Ridho Allah Subhanahu Wata'ala
Wallahu'alam bish shawab

