Jumat, 21 Agustus 2020

Seiring berjalan waktu

   

Foto diambil dari kamera instagram

 Bertepatan pada perasaan pasti saja selalu menyalahkan otak yang dimana ia berfungsi untuk memerintah segala aktivitas kita, lantas kenapa didalam diri seseorang selalu timbul rasa kepada lawan jenisnya ? Itu dikarenakan kebiasaan/terbiasa akan sebuah obrolan dengan lawan jenis mulai dari perbincangan sederhana, epic , plot maju/mundur dan pasti lama kelamaan jadi timbul rasa, entah itu rasa nyaman, entah itu rasa senang, entah itu rasa insecure bila tidak berinteraksi dengannya, atau bahkan sampai ke titik paling tinggi levelnya itu rasa sayang dan cinta. Ibarat pribahasa jawa bilang " Witing tresno jalaran soko kulino" yang dalam makna pribahasa ini bahwa cinta tumbuh karena terbiasa.


   Dari mulai pertumbuhan itu pasti akan melibatkan perasaan yang pada awal akan biasa dan lama kelamaan akan menjadi luar biasa, hehehehe jadi lebay. Jadi inti dari narasi tersebut bahwasanya perasaan seseorang akan tumbuh melalui kebiasaan yang mereka lakukan pada lawan jenis hanya dengan mengobrol saja atau bahkan dengan main bareng. Sering sekali pada era sekarang seseorang mengungkapkan perasaannya secara langsung pada orang yang ia sukai dan menjadikan status hubungan mereka yang tadinya cuma teman akrab biasa jadi lebih dari pada itu atau kalau sekarang sering disebut dengan pacaran, lantas apakah perkara itu benar ? Didalam islam tidak ada namanya pacaran sebelum nikah ada juga pacaran sesudah nikah, kalau sebelum nikah itu tidak boleh karena melanggar dari syariat walaupun banyak dikalangan remaja yang membuat narasi sendiri dengan bilang pacaran syar'i. Apa itu ? Tidak ada yang seperti itu. 

  Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا

wa laa taqrobuz-zinaaa innahuu kaana faahisyah, wa saaa`a sabiilaa


"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."

(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32).

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

   Suka sewajarnya saja jangan melibatkan perasaan sehingga akan mengganggu semua yang ada pada diri kita hanya karena memikirkan orang yang kita sukai, bahkan dalam kajian ngaji jomblo dititik ta'aruf saja itu tidak boleh melibatkan perasaan nantinya akan sakit hati dikalau proses ta'arufnya gagal/batal. Seiring berjalannya waktu insan muda pasti menemukan titik kedewasaannya itu dari mananya dan seperti apanya mereka kelak dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini, fokus berbaiki diri jangan tengok kanan kiri mari menyongsong pada masa depan tak boleh menoleh pada masalalu adapun menoleh itu cuma untuk dijadikan pelajaran untuk kita lebih baik lagi kedepannya.

Wallahu'alam bish shawab.

Sabtu, 15 Agustus 2020

Ekspetasi

  

Gambar diambil dari Wallpaper vivo

Dibalik layar yang penuh dengan keceriaan pasti ada something a problem yang mereka tutup tutupi biar kelihatan fine and its oke, seseorang melakukan itu pasti ia sedang dalam fase dimana tidak ada lagi yang bisa menjadi bahan pendengar dan acuan cerita dalam hidupnya atau bisa di sederhanakan dengan kalimat Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maulana waanikman nashir, yang artinya Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami. Ia meyakinkan sepenuhnya hanya kepada sang pencipta karena problem nya yang berat kalau ia curahkan semua dalam sujud dan doa kepada Allah pasti akan tenang walaupun masalahnya belum kelar setidaknya ia mendapatkan ketenangan dari Robb nya karena dalam Q.S Ar Rad ayat 28 itu menjelaskan bahwa hati kita akan menjadi tenang dengan mengingat Allah, sebagaimana arti dari ayat 28 tersebut " ( yaitu ) orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.


   Mereka mengekspetasikan raut wajah mereka dengan keadaan senyum dan wajah yang riang gembira, karena mereka tidak mau ada seorang pun yang mengetahui tentang kebenaran yang ia rasakan walaupun harus menanggung kepedihannya sendiri tapi ia percaya bahwa ia tidak sendiri karena kita bersama Allah yang maha besar, semua masalah akan terasa receh kalau dihadapan Allah dan kalau kita mengadu dan curhatnya hanya kepada Allah.


   Seseorang tersebut akan merasa ridho setelah semua urusannya dan masalahnya dipasrahkan semua kepada Robb nya. Ia berusaha untuk syarhus sadr dalam menghadapi masalah apapun seperti doa nya Nabi musa ketika mau bertemu Fir'aun yang doanya seperti ini. “Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.” yang artinya. “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” 


   Ekspetasikanlah dirimu supaya terlihat bahagia dan jangan beritahu permasalahanmu kepada orang lain, sebab mereka itu cuma ingin tahu bukan peduli ya mungkin ada sebagian yang perduli itu pun pasti teman dekatnya. Jadi, jangan lupa baca Al - Qur'an ya supaya lebih bijak lagi dalam menghadapi dunia yang fana ini enggak lemes kaya orang yang belum tidur 2 hari😁

Wallahu'alam bishawab kalau ada kekurangan semua berasal hanya dari saya dan kalau ada kelebihan semuanya berasal dari Allah SWT.


   

Jumat, 07 Agustus 2020

Benda benda mati

    Perasaan melibatkan seseorang untuk cenderung mengambil keputusan baik sepihak maupun sepertujuan yang lain, diantara orang orang yang pandai bergaul dan memutuskan bahwa dia senang ketika bersama dengan kawan kawannya. Namun, ada juga orang yang suka mengambil keputusannya dengan sepihak dia memilih menyendiri dengan kebiasaan kebiasaannya saat itu, dia memutuskan untuk lebih mendalami perasaannya biarpun yang menjadi objek pemahamannya bukan orang lain tapi dirinya sendiri. Cara memahami perasaan itu ada banyak serta beda beda versi pula, ada yang merenung, ada yang membayangkan, ada yang dengan membaca buku, ada yang bermain musik contoh gitar. Nah dan ini semua tuh benda benda mati yang dapat menemani kita dikalau lagi sendiri dan jenuh.


   Saya pernah mendengar bahwa sastra itu bisa melembutkan hati, jadi pemahaman ini sangat cenderung untuk bisa terpenuhi dalam belajar memahami. Memahami perasaan seseorang tidaklah mudah namun kita bisa mencairkannya dengan sastra atau diskusi secara terbuka atau secara berkelompok saja boleh dikatakan podcast.


   Dalam serial anime Naruto disana kita bisa lebih dalam lagi untuk mempelajari arti sebuah mamahami perasaan, bagaimana kehidupan naruto dan sasuke sejak kecil dengan penuh penderitaan dan pandangan pandangan yang buruk terhadap mereka dikarenakan Naruto jadi wadah rubah ekor 9 atau kyubi yang dulu sempat

Foto diambil dari kamera instagram
menghancurkan desa dan Sasuke dipandang sebagai klan uchiha yang dulunya mau mengadakan kudeta dengan desa sampai ada penyelamat kudeta tersebut oleh kakaknya sendiri yaitu Itachi walau sangat menyakitkan pada dirinya harus membantai seluruh klannya asal tidak untuk membunuh adiknya Sasuke, tapi itu semua dilakukan demi perdamaian antara klan dan desa walau harus mengorbankan dirinya untuk rasa sakit yang amat dalam karena harus membunuh orang tuanya sendiri. Nah, dari tiga tokoh ini kita bisa belajar memahami perasaan orang dalam kehidupan kita.


   Dalam kutipan pertama diatas bahwa benda mati itu bisa dikatakan hidup apabila kita menyerap arti dari dalamnya contoh buku, kalian pernahlah baca buku walau tidak sering juga. Buku itu bisa dikatakan hidup apabila si pembacanya menerapkan apa yang dia baca dan pahami di dalam buku tersebut sehingga si pembaca bisa berubah pola pikirnya dan bisa melakukan perubahan perubahan, buku itu sendiri hidup dalam kebiasaan orang yang sudah membacanya akan menjadi habits seseorang dan menjadi acuan dalam hidupnya.


   Di dalam sebuah video saya pernah mendengarkan bahwa ada orang yang dapat mempersingkat umur seseorang, misalnya si A mempersingkat umur si B. Dengan cara apakah kita mempersingkat umur mereka ? Ya benar dengan membaca buku. Jadi gambarannya seperti ini misalkan saya membeli buku nya si A dan si A ini mengerahkan semua pikiran dan tenanganya untuk bisa membuat buku tersebut dimulai dari diksi, penyesuaian paragraf, ejaan dan kerapihan kata dan kalimat. Nah itu semua butuh waktu yang lama belum nerbitinnya dan disitu juga ada perbaikan bukunya sehingga tarolah jadinya buku tersebut 2 tahun terus buku tersebut saya beli dan saya baca lalu pahami dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan, jadi saya mengambil waktu si A 2 tahun itu dalam waktu 1 bulan, dalam 1 bulan ini saya sudah mengambil tenaga, pikiran waktunya si A yang bikin buku tersebut selama 2 tahun. Nah ini lah gambarannya, jika kurang paham atau kurang mengerti tolong dimaklumi saja karena saya masih belajar dan masih haus akan inspirasi inspirasi, kalau ada yang baik itu berasal hanya dari Allah dan kalau ada yang kurang baik itu berasal dari saya, sekian dan terimakasih sudah membaca.

Berpergian Hendaknya Berdo'a

  Buat penuh kewaspadaan untuk semua orang yang mau keluar atau berpergian sebaiknya kita harus senantiasa berdo'a supaya selamat dan sa...