![]() |
| Foto diambil dari kamera instagram |
Bertepatan pada perasaan pasti saja selalu menyalahkan otak yang dimana ia berfungsi untuk memerintah segala aktivitas kita, lantas kenapa didalam diri seseorang selalu timbul rasa kepada lawan jenisnya ? Itu dikarenakan kebiasaan/terbiasa akan sebuah obrolan dengan lawan jenis mulai dari perbincangan sederhana, epic , plot maju/mundur dan pasti lama kelamaan jadi timbul rasa, entah itu rasa nyaman, entah itu rasa senang, entah itu rasa insecure bila tidak berinteraksi dengannya, atau bahkan sampai ke titik paling tinggi levelnya itu rasa sayang dan cinta. Ibarat pribahasa jawa bilang " Witing tresno jalaran soko kulino" yang dalam makna pribahasa ini bahwa cinta tumbuh karena terbiasa.
Dari mulai pertumbuhan itu pasti akan melibatkan perasaan yang pada awal akan biasa dan lama kelamaan akan menjadi luar biasa, hehehehe jadi lebay. Jadi inti dari narasi tersebut bahwasanya perasaan seseorang akan tumbuh melalui kebiasaan yang mereka lakukan pada lawan jenis hanya dengan mengobrol saja atau bahkan dengan main bareng. Sering sekali pada era sekarang seseorang mengungkapkan perasaannya secara langsung pada orang yang ia sukai dan menjadikan status hubungan mereka yang tadinya cuma teman akrab biasa jadi lebih dari pada itu atau kalau sekarang sering disebut dengan pacaran, lantas apakah perkara itu benar ? Didalam islam tidak ada namanya pacaran sebelum nikah ada juga pacaran sesudah nikah, kalau sebelum nikah itu tidak boleh karena melanggar dari syariat walaupun banyak dikalangan remaja yang membuat narasi sendiri dengan bilang pacaran syar'i. Apa itu ? Tidak ada yang seperti itu.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
wa laa taqrobuz-zinaaa innahuu kaana faahisyah, wa saaa`a sabiilaa
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32).
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Suka sewajarnya saja jangan melibatkan perasaan sehingga akan mengganggu semua yang ada pada diri kita hanya karena memikirkan orang yang kita sukai, bahkan dalam kajian ngaji jomblo dititik ta'aruf saja itu tidak boleh melibatkan perasaan nantinya akan sakit hati dikalau proses ta'arufnya gagal/batal. Seiring berjalannya waktu insan muda pasti menemukan titik kedewasaannya itu dari mananya dan seperti apanya mereka kelak dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini, fokus berbaiki diri jangan tengok kanan kiri mari menyongsong pada masa depan tak boleh menoleh pada masalalu adapun menoleh itu cuma untuk dijadikan pelajaran untuk kita lebih baik lagi kedepannya.
Wallahu'alam bish shawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar