Mayoritas orang kehilangan jati dirinya hanya karena ingin seperti orang lain atau seperti orang yang ia fans yakni artis artis dan selebgram lainnya sehingga mereka akan meniru fasion yang ada padanya, sungguh hal ini sangat memaksakan dan sangat tidak penting menurut sang penulis karena gak ada artinya sama sekali kalau sesuatu yang memaksakan, kalian bisa bahagia dengan versi kalian masing masing yang kalian jalankan sekarang tanpa harus memaksakan dan meninggikan ego supaya terlihat trend dan goodlooking, apalagi kalau perihal sifaf yang meniru orang lain itu sangat tidak enak, memaksakan harus seperti si A si B biar bisa dihargai dan biar bisa ini itu, tidak itu salah besar karena yang seperti itu hanyalah badut yang bertopengkan wajah lain bukan dirinya sendiri. Ketika seseorang terlihat gagal itu bukan karena ia tidak berbakat, tidak bertalenta, tidak berprestasi dan tidak memiliki kelebihan. Semua orang punya porsinya masing masing dalam bidangnya tak seharusnya kita samakan bulan dan matahari karena mereka akan bersinar pada waktunya sendiri begitupun kita, ada pencapaian tertentu dalam benak hati seseorang, namun diraihnya dengan cara yang berbeda beda menurut kesanggupan orang tersebut. Orang yang gagal itu ialah orang yang tidak bisa memaksimalkan waktu dan menggunakan waktu dengan baik, perihal waktu didunia ini sangatlah singkat seperti perumpamaan seorang musafir yang sedang bepergian ke suatu tempat dan ia nge rest atau berhenti sejenak guna untuk istirahat makan dan minum saja kemudian kalau semuanya sudah ia lakukan dari mulai makan, minum, buang hajat serta istirahat kemudian musafir itu kembali melanjutkan perjalanannya, nah seperti itulah gambaran dunia. Kalau pun kita didunia gagal menjadi orang kaya, orang terhormat, orang terpandang serta orang yang berpangkat janganlah sedih, karena semua itu hanya sedikit hanya secuil nilainya gak ada apa apanya, di ibaratkan seseorang yang ada ditengah laut lalu dia mencelupkan jarinya pada air dan kemudian ia angkat jarinya dan yang kelihatan cuma tetesan tetesan air pada jarinya dan itu pun sedikit, nah dari sini kita melihat dan mentela'ah bahwa dunia itu tak lebih dari tetesan air yang sedikit, kalau kita mendapatkannya jangan terlalu senang dan kalau pun kita tidak mendapatkannya jangan terlalu sedih.
Orang yang gagal bisa berhasil juga kalau ia mempunyai mindset pantang menyerah dan selalu ingin mencoba, karena seringkali kita dengar kalimat seperti ini "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda" mungking para pembaca sudah hafal dan gak asing lagi dengan kalimat tersebut. Bayangin pas lagi bulan puasa dan kita semua selaku umat Islam antara muslimin dan muslimah pasti menjalankan ibadah tersebut yakni puasa. Nah, hal yang paling ditunggu pasti adzan maghrib dan disetiap daerah pasti berbeda-beda waktunya ada yang beda perjamnya ada yang beda permenitnya kemudian kita bisa makan dan minum yang intinya kita mendapatkan kesenangan dalam puasa ketika berbuka, perumpamaannya sama dengan perjalanan hidup seseorang dan semua orang juga pasti mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan namun di setiap orang pasti berbeda dalam mendapatkannya ada yang cepat dan ada yang lumayan lambat, oleh karena itu kita butuh yang dinamakan ikhtiar dan do'a, sebagai manusia kita selalu berikhtiar dan tentunya harus dibarengi dengan do'a dan jangan lupa minta do'a nya kepada orang tua kita, karena suport sistem yang paling baik itu adalah do'a orang tua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar