Ketika ada pertanyaan dari siapa pun, entah itu dari seorang guru, saudara, teman, kerabat dan atau orangtua tentunya harus diberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pertanyaan dan jawaban mana kah yang mempunyai nilai ? Yes you are right pasti jawaban donk, lantas apa yang membuat jawaban itu bervalue ? Ya karena dari kualitas kita menanggapi pertanyaan serta menyertakan pernyaataan dari hasil yang kita peroleh untuk menjawab sebuah pertanyaan, begitupun dengan ujian yang Allah berikan kepada hambanya, yang bernilai itu adalah cara kita untuk menanggapi ujian tersebut yang merupakan bentuk pendewasaan karakter dan untuk menjadikan kita lebih kuat lagi, tidak perlu menanyakan balik apabila diberi ujian, kenapa saya begini ? Kenapa saya begitu ? Kenapa harus saya ? Kenapa kenapa dan kenapa. Kalau kita masih seperti itu tentunya kita belum bisa menjawabnya karena dengan kata lain kita sendiri masih bertanya kenapa bukan menjawab, yang Allah lihat dari seorang hamba itu adalah jawaban atas ujian tersebut apakah jawabannya sesuai dengan kadarisasinya ataukah dengan cara tidak sesuai. Umar bin Khattab pernah berkata " Mahkota seseorang adalah akalnya, derajat seseorang adalah agamanya, dan sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya."
Sesuatu yang bernilai tak begitu mudah oleh karena itu kita harus biasakan menjawab semua jawaban itu dengan baik dan tidak menyinggung atas pertanyaan orang lain terhadap diri kita, dan kebaikan akan menghasilkan nilai positif dikalangan orang tentunya itu sangat diharuskan bagi setiap orang, ya kalau tidak biasa setidaknya jangan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.
Ada seekor monyet, ia diberikan pilihan antara pisan dan uang 1 M. Kira-kira monyet tersebut pilih yang mana ? Ya jelas pilih pisang karena yang ia tahu itu makanan pisan makanan yang enak tapi coba kalau milih uang 1 M ia pasti bisa membeli banyak pisang, nah dan disini kita bisa menganalisis begitu pentingnya akal pada diri kita, kalau manusia pasti memilih uang karena manusia memiliki akal dan wajar-wajar saja monyet pilih pisang karena ia tidak mempunyai akal. Disinilah peran penting kita sebagai manusia yang ditakdirkan untuk menjadi khilafah dimuka bumi ini, oleh sebab itu kita harus bervalue dalam bidang kita masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar