Seringkali dibenak pikiran kita ada kalimat seperti ini "( Andai waktu bisa diulang/diputar ). Sebegituhkah pemikiran yang tak sepantasnya terlintas dalam otak kita, bagaimana pun semua itu sudah berlalu mana bisa untuk diulang atau diputar, hal seperti ini menandakan bahwa seseorang memiliki kecenderungan rasa bersalah sehingga ingin berlogika kan seperti itu, tak terpikirkan kah bahwa semua ini adalah takdir dan tak bisa untuk diulang kembalikan waktu sesuai dengan keinginan kita. Bagaimana kita bisa memperoleh nikmat syukur sedangkan kita selalu kurang akan apa yang kita peroleh dimasa sekarang sehingga menyalahkan masalalu dan ingin diulang supaya bisa memperbaiki kesalahan kesalahan yang sudah diperbuat, bukankah sekarang juga bisa untuk memperbaiki semuanya dan semua itu belum terlambat dikalau ruh masih bersemayam dalam jasad. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain tapi bandingkanlah dirimu yang sekarang dengan masalalumu. Apakah lebih baik atau kah lebih buruk atau kah belum sama sekali ada perubahannya ? Dimana kita kalau masih memikirkan hal tersebut dalam kehidupan kita akan sedikit sekali makna ikhlas dalam menjalani hari dan seolah olah diri kita sendiri tidak ridho dengan hari hari yang telah kita lalui sampai detik ini. Bukankah overthinking itu sangat tidak boleh untuk kita yang selagi masih mempunyai iman dalam hati dan pikiran, ibadah yang berlebihan saja sangat tidak dianjurkan apalagi overthinking, pernah anak muda pas di jaman Nabi ingin melebihi ibadahnya sehingga ia berpuasa tanpa berbuka dan itu sering dan apa yang terjadi ? Bukan imannya yang naik tapi asam lambungnya yang naik. Dirimu punya porsi dalam hidupmu begitu pun orang lain, jadi tetap menjadi versi yang terbaik bagimu dan lakukan hal yang bermanfaat sekejangkau kalian dan sebisa kalian. Masihkah kita mengungkapkan "Andai waktu bisa diulang".
Wallahu'alam bish shawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar