Kita di sibukan dengan berbagai macam pertanyaan tentang sebuah konten di medsos dalam rangkaian beberapa hal yang di dalamnya mengandung sebuah makna, arti, simpulan serta pencerahan, dan akhir-akhir ini kita sering melihat fenomena perpecahan dalam negara kita sendiri dari berbagai aspek yang meliputi ranah pemikiran/akal manusia, dan disitu pasti ada biang keladinya ( yang mengadu domba ). Buat apa mereka melakukan sesuatu hal yang menyebabkan perpecahan dalam kalangan kita sendiri ? Padahal lebih indah persatuan dan perdamaian didalam benak hati kita dan di dalam lingkup masyarakat supaya bisa saling menghormati dan menyayangi antar sesama. Adapun kata sayyidina Ali "Jika Dia Bukan Saudaramu Seagama, Dia Saudaramu Dalam Kemanusiaan. Nah sedangkan ini yang seagama sering terjadi pecah belah lantaran tidak sepaham dan tidak sepemikiran dan di kita kalau pun ada sedikit ke keliruan maka adakanlah tabayyun supaya sreg dan tidak slek dalam memandang apa yang disampaikannya. Dibenak pikiran kita pasti ada pertanyaan tentang konten ustadz seperti apa yang harus saya tonton di medsos ? Jujur ini pertanyaan yang susah untuk dijawab, tapi ada pegangan dalam hidup kita dalam kisah Nabi Muhammad SAW ketika menyuruh Mu'adz bin Jabal berdakwah menyebarkan Islam di Yaman. Nabi berkata kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, berikanlah kabar gembira dan bukan ketakutan. Dan permudahlah dan jangan engkau persulit." Itulah dua hal penting yang seharusnya jadi pegangan bagi setiap pendakwah Islam di mana pun dan kapan pun. Sekaligus, itu juga buat pegangan kita dalam menilai dan memilih konten islami.
Wallahu'alam bish shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar